Panduan Langkah-demi-Langkah untuk Membuat Buletin LinkedIn

Panduan Langkah-demi-Langkah untuk Membuat Buletin LinkedIn

Panduan Langkah-demi-Langkah untuk Membuat Buletin LinkedIn

Dasar-dasar LinkedIn

Yasmina Akni Ebourki

|

Terakhir diperbarui: 4 Mar 2025

LinkedIn telah lama menawarkan fitur yang banyak dimanfaatkan ketika pertama kali diluncurkan, tetapi menguasainya dengan baik adalah sebuah seni. Saya berbicara tentang Buletin LinkedIn.

Dalam panduan ini, saya akan memandu Anda melalui setiap langkah untuk membuatnya—mulai dari mengaturnya hingga menjaganya tetap aktif dan menarik—agar Anda dapat memaksimalkan potensinya.



Apa Itu Newsletter LinkedIn?

A LinkedIn Newsletter pada dasarnya adalah serangkaian pos reguler, dipublikasikan dalam format artikel, yang langsung dikirim ke pelanggan Anda melalui notifikasi dan pesan.

Ini adalah cara yang bagus untuk menyelami topik tertentu lebih dalam, membangun komunitas pengikut yang terlibat, dan menciptakan saluran komunikasi langsung dengan orang-orang yang benar-benar tertarik dengan apa yang Anda bagikan.

Berbeda dengan pos standar yang mungkin ditemui siapa pun, newsletter memungkinkan Anda mengirim pembaruan sesuai jadwal Anda sendiri—baik mingguan, dua mingguan, atau bulanan—sambil menambahkan lebih banyak nilai.

Anda dapat membagikan tren industri, tips, wawasan, atau bahkan menyoroti produk dan layanan, tetapi dengan cara yang terasa lebih mendetail dan pribadi.

Ini bukan sekadar tentang memposting—ini tentang menciptakan konten yang bermakna yang membuat pengikut Anda kembali lagi untuk lebih banyak informasi.

Kelebihan dan Kekurangan dari Newsletter LinkedIn

Seperti segala sesuatu, menjalankan Newsletter LinkedIn memiliki keuntungan dan tantangan.

Sebelum terjun, penting untuk mempertimbangkan apakah Anda dapat berkomitmen pada semua yang dibutuhkan.

Kelebihan:

  • Membangun otoritas dan kepercayaan: Newsletter dapat memposisikan Anda sebagai suara terpercaya di bidang Anda. Pelanggan tertarik dengan wawasan Anda dan menghargai pembaruan reguler Anda. Orang-orang yang berlangganan bukan sekadar pengikut pasif; mereka mempercayai Anda dan ingin mendengar dari Anda secara teratur. Ini memperkuat merek pribadi Anda dan memungkinkan Anda untuk menunjukkan keahlian Anda sambil menambahkan nilai.



  • Meningkatkan keterlibatan: Tidak semua orang yang melihat pos LinkedIn Anda sangat terlibat dengan konten Anda, tetapi pelanggan newsletter adalah. Mereka sudah memilih untuk menerima pembaruan Anda, yang berarti mereka sudah tertarik. Ini membantu Anda mengidentifikasi dan merawat segmen yang paling terlibat dari koneksi LinkedIn Anda.



  • Meningkatkan Visibilitas Merek: Sementara tujuan Anda tidak seharusnya hanya untuk mempromosikan diri, newsletter secara alami menjaga Anda tetap dalam ingatan. Ini memberi pembaca Anda alasan untuk tetap terhubung, mengajukan pertanyaan, dan lebih memahami solusi yang Anda tawarkan. Ini adalah cara yang bagus untuk memberikan nilai berkelanjutan tanpa bergantung pada pos acak yang mungkin hilang di umpan LinkedIn.

Kekurangan:

  • Kontrol terbatas atas data: Berbeda dengan newsletter email tradisional, LinkedIn tidak memberi Anda akses ke alamat email pelanggan Anda. Ini berarti Anda tidak dapat dengan mudah memindahkan mereka ke platform lain kecuali mereka dengan sukarela memberikan informasi kontak mereka. Pada dasarnya, daftar pelanggan Anda hanya ada dalam ekosistem LinkedIn.


  • Analitik & wawasan dasar – Metrik newsletter LinkedIn berguna tetapi terbatas. Anda akan melihat impresi dan reaksi, tetapi Anda tidak akan mendapatkan wawasan lebih dalam seperti seberapa lama seseorang membaca artikel Anda, tarif klik, atau titik jatuh. Platform pemasaran email yang lebih canggih menyediakan rincian ini, membuatnya lebih mudah untuk mengoptimalkan konten Anda.


  • Komitmen waktu & usaha: Konsistensi adalah kunci dengan newsletter, dan itu berarti menghabiskan waktu untuk merencanakan, menulis, dan berinteraksi dengan pemirsa Anda. Jika Anda tidak bisa mengikuti pos reguler, analitik Anda mungkin turun, dan pelanggan bisa kehilangan minat.

Pada akhirnya, Newsletter LinkedIn dapat menjadi alat yang kuat untuk membangun otoritas, terhubung dengan anggota Anda, dan meningkatkan visibilitas—tetapi hal itu memang memerlukan usaha dan strategi untuk membuatnya benar-benar efektif.

Cara Membuat Buletin LinkedIn, Langkah demi Langkah

Sekarang, mari kita fokus pada inti—cara membuat Buletin LinkedIn dari awal dan menyesuaikannya agar benar-benar mencerminkan gaya dan merek Anda.

Ikuti langkah-langkah ini untuk mengatur dan mengoptimalkannya untuk dampak maksimal.

Panduan Langkah demi Langkah untuk Membuat Buletin LinkedIn

Untuk memulai, penting untuk diketahui bahwa buletin LinkedIn dibangun di sekitar Artikel LinkedIn.

Inilah cara membuat satu dari awal:

  1. Mulai dengan artikel

    • Alih-alih memulai dengan pos biasa, pergi ke "Tulis artikel" di bagian atas umpan LinkedIn Anda.

    • Pilih dan tambahkan judul, teks, gambar, tautan, dan elemen lain yang ingin Anda sertakan.

  1. Atur Buletin Anda

  • Sebelum menerbitkan, klik "Kelola" di sudut kanan atas.

  • Di sini, Anda akan menemukan pengaturan di mana Anda dapat:

    • Memberi nama buletin Anda

    • Menetapkan frekuensi penerbitannya (mingguan, dua mingguan, atau bulanan)

    • Menambahkan deskripsi singkat

    • Mengunggah gambar sampul (300x300 px) untuk membuatnya menarik secara visual

  1. Rilis dan bagikan dengan jaringan Anda

  • Setelah Anda mengeklik "Buat", LinkedIn akan secara otomatis mengirimkan pemberitahuan kepada seluruh anggota komunitas Anda, mengundang mereka untuk melihat dan berlangganan.

  • Setelah menerbitkan edisi pertama Anda, buletin Anda akan muncul di bagian Terfavorit dari profil LinkedIn Anda, memudahkan pengunjung baru untuk menemukan dan berlangganan.

Pengaturan ini memastikan buletin Anda terlihat profesional dan menjangkau anggota yang tepat sejak hari pertama.

Cara Mengelola Newsletter LinkedIn

Mengatur Newsletter LinkedIn hanyalah awal—tantangan sebenarnya adalah menjaga agar tetap menarik dan berkelanjutan seiring waktu.

Setelah Anda berkomitmen untuk jadwal penerbitan, mengelolanya secara efektif adalah kunci untuk memastikan bahwa newsletter tersebut tetap berharga dan dinamis.

Berikut adalah beberapa tips penting untuk membantu Anda mempertahankan newsletter yang sukses:

1. Kenali audiens Anda dengan baik

Newsletter LinkedIn bukan sekadar posting media sosial umum—ini adalah bentuk konten yang lebih dalam dan lebih terarah.

Sebelum Anda mulai menulis, tanyakan pada diri Anda:

  • Untuk siapa saya menulis?

  • Masalah atau minat apa yang dimiliki pembaca saya?

  • Apa tujuan akhir saya?

Konten Anda harus sesuai dengan audiens Anda, baik itu pendek atau panjang, dan selalu memberikan nilai yang nyata.

Semakin spesifik dan relevan konten Anda, semakin kuat koneksi yang akan Anda bangun dengan pembaca dan komunitas Anda.

2. Buat Judul yang Kuat

Pikirkan judul Anda sebagai pengait—itu harus jelas, menarik, dan selaras dengan merek Anda.

Sama seperti posting LinkedIn, judul Anda perlu membangkitkan rasa ingin tahu dan memberikan alasan kepada pembaca untuk mengklik.

Jagalah tetap sederhana, kreatif, dan langsung pada intinya sambil memberikan petunjuk tentang nilai yang ada di dalamnya.

3. Pertahankan nada percakapan

Newsletter Anda harus terasa seperti perpanjangan dari posting LinkedIn Anda—otentik, dapat dipahami, dan mudah dibaca.

Hindari jargon teknis yang berlebihan atau bahasa formal yang robotik.

Sebaliknya, tulislah seolah-olah Anda sedang menjelaskan sesuatu kepada rekan kerja atau teman. Jadikan menarik dan hindari embel-embel yang tidak perlu yang bisa membuat pembaca kehilangan minat.

4. Fokus pada topik yang penting

Untuk menjaga audiens Anda terlibat, bahas topik yang relevan dan praktis.

Salah satu cara hebat untuk melakukannya adalah dengan mengidentifikasi tantangan kunci atau subtopik dalam bidang keahlian utama Anda.

Misalnya, jika newsletter Anda tentang strategi LinkedIn, Anda bisa membaginya menjadi:

  • Cara membuat konten menarik di LinkedIn

  • Cara menulis pengait yang menarik untuk posting LinkedIn

  • Cara melacak dan menganalisis metrik LinkedIn

Setiap edisi newsletter harus berfokus pada menyelesaikan masalah tertentu atau menjawab pertanyaan yang penting bagi pembaca Anda.

Hindari topik yang tidak terkait atau promosi diri yang berlebihan, karena ini dapat menyebabkan tingkat pembatalan berlangganan meningkat.

5. Gunakan elemen visual dan tautan untuk melengkapi konten

Menambahkan elemen visual membuat newsletter Anda lebih menarik dan lebih mudah dicerna. Tetapi jangan hanya menyisipkan gambar secara acak—pastikan gambar tersebut benar-benar mendukung konten Anda. Beberapa ide meliputi:

  • Gambar langkah-demi-langkah untuk tutorial

  • Diagram atau infographic yang merangkum poin-poin penting

  • Video pendek yang menunjukkan suatu proses

Tujuannya adalah untuk meningkatkan keterbacaan dan pemahaman, menjadikan newsletter Anda lebih berharga dan menarik.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda akan memastikan bahwa Newsletter LinkedIn Anda tidak hanya ada—tetapi berkembang, menarik, dan memberikan nilai jangka panjang bagi audiens Anda.

Praktik Terbaik untuk Newsletter LinkedIn yang Sukses

Sekarang, mari kita lihat beberapa taktik terbaik untuk membuat Newsletter LinkedIn Anda menonjol dan efektif.

Tujuannya adalah untuk menawarkan konten yang berharga dan berkualitas, sambil juga menjaga konsistensi dan strategi yang jelas.

  1. Teliti apa yang dilakukan oleh pesaing Anda

Sebelum meluncurkan konten Anda sendiri, sangat penting untuk memahami apa yang dibagikan orang lain di industri Anda.

Perhatikan dengan seksama:

  • Konten jenis apa yang dihasilkan oleh pesaing Anda?

  • Topik apa yang menghasilkan keterlibatan di niche Anda?

  • Pertanyaan apa yang diajukan pembaca Anda yang dapat Anda jawab di newsletter Anda?

Ini akan membantu Anda mengidentifikasi peluang dan memastikan Anda memberikan wawasan yang unik dan relevan yang sesuai dengan audiens target Anda.

Ini juga memungkinkan Anda untuk melihat apa yang berhasil (dan apa yang tidak) di industri Anda.

  1. Buat kalender editorial

Konsistensi sangat penting dalam mengelola newsletter. Alih-alih terburu-buru menulis di saat-saat terakhir, buatlah kalender editorial untuk organisasi yang lebih baik dan perencanaan jangka panjang. Berikut adalah cara Anda bisa melakukannya:

  • Rencanakan ke depan: Siapkan waktu khusus setiap minggu untuk menulis newsletter Anda.

  • Jadilah konsisten: Pertahankan jadwal penerbitan.

  • Manfaatkan kembali konten: Jika Anda telah membuat pos LinkedIn yang sukses, kembangkan menjadi newsletter yang lebih rinci.

Kalender editorial membantu Anda tetap terorganisir, memastikan Anda selalu siap dan tidak terburu-buru untuk mengeluarkan konten di menit-menit terakhir. Ini jauh lebih mudah untuk tetap di depan permainan dengan cara ini.

Pembaca Anda tidak memiliki waktu untuk penjelasan yang panjang. Jaga newsletter Anda:

  • Terus diteliti dan berharga: Fokus pada memberikan informasi yang berguna dan bermanfaat yang menambah nilai bagi audiens Anda.

  • Jelas dan berdampak: Jadilah ringkas, tetapi pastikan konten Anda menarik perhatian dan meninggalkan kesan yang tahan lama.

  • Relevan dengan audiens Anda: Fokus pada mengatasi masalah dan memberikan solusi yang terkait langsung dengan kebutuhan dan tantangan mereka.

  1. Patuhi jadwal penerbitan yang konsisten

Sama seperti dengan pos LinkedIn, pelanggan Anda akan menghargai mengetahui kapan mereka dapat mengharapkan edisi berikutnya.

Apakah Anda menerbitkan mingguan, dua mingguan, atau bulanan, pilihlah jadwal yang dapat Anda patuhi secara konsisten dan yang sesuai dengan audiens Anda.

Ritme penerbitan yang dapat diandalkan:

  • Membantu membangun kepercayaan dan kredibilitas

  • Menjaga pembaca Anda terlibat dan kembali untuk lebih banyak

  • Memungkinkan Anda melacak kinerja dan beradaptasi sesuai kebutuhan

Dengan mengikuti praktik terbaik ini, Newsletter LinkedIn Anda tidak hanya akan memberikan nilai tetapi juga membantu Anda tetap terorganisir dan menjaga keberadaan yang profesional dan konsisten.

Ini akan membuat perbedaan yang nyata dalam interaksi audiens Anda dengan konten Anda dan, pada akhirnya, dengan merek Anda.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Saat Membuat Newsletter

Saat membuat Newsletter LinkedIn, mudah untuk terjebak dalam beberapa jebakan umum yang dapat menghambat kesuksesan Anda.

Mari kita soroti beberapa kesalahan utama yang ingin Anda hindari:

1. Tidak berkomitmen pada konsistensi

Salah satu kesalahan terbesar adalah tidak mengalokasikan cukup waktu dan usaha untuk mempertahankan konsistensi.

Jika konten Anda terlalu generik atau robotik—misalnya, konten yang terlalu bergantung pada teks yang dihasilkan AI—maka bisa kehilangan sentuhan pribadi Anda.

Komunitas Anda tidak akan terhubung dengan artikel jika itu tidak mencerminkan gaya, nada, dan keahlian unik Anda.

Di sinilah banyak orang gagal—mereka lupa bahwa kekuatan sebuah newsletter terletak pada membangun hubungan yang tulus dengan pembaca Anda.

  1. Belum menentukan target audiens dengan benar

Kesalahan kritis lainnya adalah tidak secara jelas menentukan audiens Anda. Jika Anda mencoba berbicara kepada kelompok orang yang berbeda di setiap edisi, konten Anda akan kurang fokus dan pembaca Anda akan bingung.

Misalnya, Anda mungkin berbicara kepada pemasar di satu edisi, dan kemudian beralih ke pengusaha di edisi berikutnya.

Ketidakonsistenan ini akan menyebabkan pembatalan langganan, karena pembaca Anda tidak akan merasa bahwa mereka mendapatkan informasi yang berharga dan tertarget yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.

Penting untuk menjaga pesan Anda tetap jelas dan konsisten untuk mempertahankan pelanggan.

3. Membebani pembaca dengan informasi

Memang menggoda untuk menambahkan sebanyak mungkin konten untuk memberikan nilai, tetapi ada risiko membebani audiens Anda.

Jika Anda mengisi newsletter Anda dengan terlalu banyak informasi sekaligus, pembaca Anda mungkin kesulitan untuk mencerna semuanya.

Hati-hati agar tidak membebani audiens Anda dengan terlalu banyak konten, atau terlalu memaksakan agenda Anda—ini bisa menjauhkan orang.

4. Terlalu fokus pada promosi diri

Walaupun penting untuk menyoroti produk atau layanan Anda, terlalu fokus pada promosi diri dapat menjauhkan orang.

Newsletter Anda harus memberikan nilai nyata kepada kelompok sasaran Anda terlebih dahulu, bukan hanya mempromosikan apa yang Anda jual.

Jika setiap edisi terasa seperti iklan, pengikut Anda akan kehilangan minat dan berhenti berlangganan.

5. Mengabaikan metrik keterlibatan

Jika newsletter Anda tidak mendapatkan hasil yang Anda harapkan, jangan hanya mengabaikan situasi dan terus menerbitkan dengan buta.

Perhatikan metrik seperti tingkat pembukaan, tingkat klik, dan tingkat keterlibatan. Gunakan wawasan ini untuk menyesuaikan strategi Anda dan meningkatkan konten Anda.

Jika sesuatu tidak berhasil, sesuaikan dan bereksperimen dengan pendekatan berbeda untuk melihat apa yang paling cocok dengan audiens Anda.

Menghindari kesalahan umum ini akan membantu memastikan bahwa Newsletter LinkedIn Anda menjadi sumber yang berharga bagi pembaca Anda dan membuat mereka kembali lagi untuk lebih banyak.

Cara Mempromosikan Newsletter LinkedIn Anda

Sekarang setelah Anda memiliki newsletter yang berjalan, pertanyaan besar berikutnya adalah: Bagaimana cara mempromosikannya?

Seperti yang telah kami sebutkan, LinkedIn secara otomatis akan mengirimkan pemberitahuan kepada pengikut Anda ketika Anda menerbitkan artikel baru, memberi tahu mereka tentang newsletter Anda.

Ada juga beberapa cara untuk meningkatkan visibilitas dan menjangkau audiens yang lebih luas, tergantung pada bagaimana Anda memilih untuk membagikan konten Anda.

Misalnya, jika Anda percaya artikel Anda memiliki daya tarik yang luas, Anda harus mempertimbangkan untuk membagikannya melalui media sosial lainnya. Anda perlu memikirkan newsletter Anda sebagai bagian dari strategi pemasaran Anda.

Salah satu cara sederhana namun efektif adalah dengan memposting tentangnya di LinkedIn.

Bahkan publikasi singkat yang mengatakan, “Ini adalah informasi yang lebih rinci tentang topik ini,” dengan tautan ke newsletter Anda dapat memulai percakapan.

Cara lain adalah membagikan URL secara langsung dengan kontak yang mungkin menemukan topik ini berharga. Anda bahkan dapat meninggalkan tautan di komentar pos Anda untuk menarik pembaca dari diskusi tersebut.

Dan, tentu saja, jangan lupa tentang profil LinkedIn Anda sendiri! Pastikan newsletter Anda ditampilkan secara mencolok di sana, baik di bagian "Tentang", di gambar banner Anda, atau di dalam pos yang ditampilkan.

Dengan cara itu, pengunjung Anda dapat dengan mudah melihat dan berlangganan newsletter Anda.

Beberapa tips tambahan untuk promosi termasuk:

  • Gunakan banner LinkedIn Anda, pos reguler, dan bagian "Tentang" untuk mengundang koneksi untuk berlangganan newsletter Anda. Buatlah mudah bagi mereka untuk menemukannya dan mengklik.

  • Promosikan newsletter Anda di grup dan halaman LinkedIn yang relevan. Ini dapat membantu Anda menjangkau orang-orang di luar lingkaran langsung Anda, menarik perhatian baru yang sudah tertarik dengan topik yang Anda bahas.

Praktik Terbaik untuk Newsletter LinkedIn yang Sukses

Sekarang, mari kita lihat beberapa taktik terbaik untuk membuat Newsletter LinkedIn Anda menonjol dan efektif.

Tujuannya adalah untuk menawarkan konten yang berharga dan berkualitas, sambil juga menjaga konsistensi dan strategi yang jelas.

  1. Teliti apa yang dilakukan oleh pesaing Anda

Sebelum meluncurkan konten Anda sendiri, sangat penting untuk memahami apa yang dibagikan orang lain di industri Anda.

Perhatikan dengan seksama:

  • Konten jenis apa yang dihasilkan oleh pesaing Anda?

  • Topik apa yang menghasilkan keterlibatan di niche Anda?

  • Pertanyaan apa yang diajukan pembaca Anda yang dapat Anda jawab di newsletter Anda?

Ini akan membantu Anda mengidentifikasi peluang dan memastikan Anda memberikan wawasan yang unik dan relevan yang sesuai dengan audiens target Anda.

Ini juga memungkinkan Anda untuk melihat apa yang berhasil (dan apa yang tidak) di industri Anda.

  1. Buat kalender editorial

Konsistensi sangat penting dalam mengelola newsletter. Alih-alih terburu-buru menulis di saat-saat terakhir, buatlah kalender editorial untuk organisasi yang lebih baik dan perencanaan jangka panjang. Berikut adalah cara Anda bisa melakukannya:

  • Rencanakan ke depan: Siapkan waktu khusus setiap minggu untuk menulis newsletter Anda.

  • Jadilah konsisten: Pertahankan jadwal penerbitan.

  • Manfaatkan kembali konten: Jika Anda telah membuat pos LinkedIn yang sukses, kembangkan menjadi newsletter yang lebih rinci.

Kalender editorial membantu Anda tetap terorganisir, memastikan Anda selalu siap dan tidak terburu-buru untuk mengeluarkan konten di menit-menit terakhir. Ini jauh lebih mudah untuk tetap di depan permainan dengan cara ini.

Pembaca Anda tidak memiliki waktu untuk penjelasan yang panjang. Jaga newsletter Anda:

  • Terus diteliti dan berharga: Fokus pada memberikan informasi yang berguna dan bermanfaat yang menambah nilai bagi audiens Anda.

  • Jelas dan berdampak: Jadilah ringkas, tetapi pastikan konten Anda menarik perhatian dan meninggalkan kesan yang tahan lama.

  • Relevan dengan audiens Anda: Fokus pada mengatasi masalah dan memberikan solusi yang terkait langsung dengan kebutuhan dan tantangan mereka.

  1. Patuhi jadwal penerbitan yang konsisten

Sama seperti dengan pos LinkedIn, pelanggan Anda akan menghargai mengetahui kapan mereka dapat mengharapkan edisi berikutnya.

Apakah Anda menerbitkan mingguan, dua mingguan, atau bulanan, pilihlah jadwal yang dapat Anda patuhi secara konsisten dan yang sesuai dengan audiens Anda.

Ritme penerbitan yang dapat diandalkan:

  • Membantu membangun kepercayaan dan kredibilitas

  • Menjaga pembaca Anda terlibat dan kembali untuk lebih banyak

  • Memungkinkan Anda melacak kinerja dan beradaptasi sesuai kebutuhan

Dengan mengikuti praktik terbaik ini, Newsletter LinkedIn Anda tidak hanya akan memberikan nilai tetapi juga membantu Anda tetap terorganisir dan menjaga keberadaan yang profesional dan konsisten.

Ini akan membuat perbedaan yang nyata dalam interaksi audiens Anda dengan konten Anda dan, pada akhirnya, dengan merek Anda.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Saat Membuat Newsletter

Saat membuat Newsletter LinkedIn, mudah untuk terjebak dalam beberapa jebakan umum yang dapat menghambat kesuksesan Anda.

Mari kita soroti beberapa kesalahan utama yang ingin Anda hindari:

1. Tidak berkomitmen pada konsistensi

Salah satu kesalahan terbesar adalah tidak mengalokasikan cukup waktu dan usaha untuk mempertahankan konsistensi.

Jika konten Anda terlalu generik atau robotik—misalnya, konten yang terlalu bergantung pada teks yang dihasilkan AI—maka bisa kehilangan sentuhan pribadi Anda.

Komunitas Anda tidak akan terhubung dengan artikel jika itu tidak mencerminkan gaya, nada, dan keahlian unik Anda.

Di sinilah banyak orang gagal—mereka lupa bahwa kekuatan sebuah newsletter terletak pada membangun hubungan yang tulus dengan pembaca Anda.

  1. Belum menentukan target audiens dengan benar

Kesalahan kritis lainnya adalah tidak secara jelas menentukan audiens Anda. Jika Anda mencoba berbicara kepada kelompok orang yang berbeda di setiap edisi, konten Anda akan kurang fokus dan pembaca Anda akan bingung.

Misalnya, Anda mungkin berbicara kepada pemasar di satu edisi, dan kemudian beralih ke pengusaha di edisi berikutnya.

Ketidakonsistenan ini akan menyebabkan pembatalan langganan, karena pembaca Anda tidak akan merasa bahwa mereka mendapatkan informasi yang berharga dan tertarget yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.

Penting untuk menjaga pesan Anda tetap jelas dan konsisten untuk mempertahankan pelanggan.

3. Membebani pembaca dengan informasi

Memang menggoda untuk menambahkan sebanyak mungkin konten untuk memberikan nilai, tetapi ada risiko membebani audiens Anda.

Jika Anda mengisi newsletter Anda dengan terlalu banyak informasi sekaligus, pembaca Anda mungkin kesulitan untuk mencerna semuanya.

Hati-hati agar tidak membebani audiens Anda dengan terlalu banyak konten, atau terlalu memaksakan agenda Anda—ini bisa menjauhkan orang.

4. Terlalu fokus pada promosi diri

Walaupun penting untuk menyoroti produk atau layanan Anda, terlalu fokus pada promosi diri dapat menjauhkan orang.

Newsletter Anda harus memberikan nilai nyata kepada kelompok sasaran Anda terlebih dahulu, bukan hanya mempromosikan apa yang Anda jual.

Jika setiap edisi terasa seperti iklan, pengikut Anda akan kehilangan minat dan berhenti berlangganan.

5. Mengabaikan metrik keterlibatan

Jika newsletter Anda tidak mendapatkan hasil yang Anda harapkan, jangan hanya mengabaikan situasi dan terus menerbitkan dengan buta.

Perhatikan metrik seperti tingkat pembukaan, tingkat klik, dan tingkat keterlibatan. Gunakan wawasan ini untuk menyesuaikan strategi Anda dan meningkatkan konten Anda.

Jika sesuatu tidak berhasil, sesuaikan dan bereksperimen dengan pendekatan berbeda untuk melihat apa yang paling cocok dengan audiens Anda.

Menghindari kesalahan umum ini akan membantu memastikan bahwa Newsletter LinkedIn Anda menjadi sumber yang berharga bagi pembaca Anda dan membuat mereka kembali lagi untuk lebih banyak.

Cara Mempromosikan Newsletter LinkedIn Anda

Sekarang setelah Anda memiliki newsletter yang berjalan, pertanyaan besar berikutnya adalah: Bagaimana cara mempromosikannya?

Seperti yang telah kami sebutkan, LinkedIn secara otomatis akan mengirimkan pemberitahuan kepada pengikut Anda ketika Anda menerbitkan artikel baru, memberi tahu mereka tentang newsletter Anda.

Ada juga beberapa cara untuk meningkatkan visibilitas dan menjangkau audiens yang lebih luas, tergantung pada bagaimana Anda memilih untuk membagikan konten Anda.

Misalnya, jika Anda percaya artikel Anda memiliki daya tarik yang luas, Anda harus mempertimbangkan untuk membagikannya melalui media sosial lainnya. Anda perlu memikirkan newsletter Anda sebagai bagian dari strategi pemasaran Anda.

Salah satu cara sederhana namun efektif adalah dengan memposting tentangnya di LinkedIn.

Bahkan publikasi singkat yang mengatakan, “Ini adalah informasi yang lebih rinci tentang topik ini,” dengan tautan ke newsletter Anda dapat memulai percakapan.

Cara lain adalah membagikan URL secara langsung dengan kontak yang mungkin menemukan topik ini berharga. Anda bahkan dapat meninggalkan tautan di komentar pos Anda untuk menarik pembaca dari diskusi tersebut.

Dan, tentu saja, jangan lupa tentang profil LinkedIn Anda sendiri! Pastikan newsletter Anda ditampilkan secara mencolok di sana, baik di bagian "Tentang", di gambar banner Anda, atau di dalam pos yang ditampilkan.

Dengan cara itu, pengunjung Anda dapat dengan mudah melihat dan berlangganan newsletter Anda.

Beberapa tips tambahan untuk promosi termasuk:

  • Gunakan banner LinkedIn Anda, pos reguler, dan bagian "Tentang" untuk mengundang koneksi untuk berlangganan newsletter Anda. Buatlah mudah bagi mereka untuk menemukannya dan mengklik.

  • Promosikan newsletter Anda di grup dan halaman LinkedIn yang relevan. Ini dapat membantu Anda menjangkau orang-orang di luar lingkaran langsung Anda, menarik perhatian baru yang sudah tertarik dengan topik yang Anda bahas.

Praktik Terbaik untuk Newsletter LinkedIn yang Sukses

Sekarang, mari kita lihat beberapa taktik terbaik untuk membuat Newsletter LinkedIn Anda menonjol dan efektif.

Tujuannya adalah untuk menawarkan konten yang berharga dan berkualitas, sambil juga menjaga konsistensi dan strategi yang jelas.

  1. Teliti apa yang dilakukan oleh pesaing Anda

Sebelum meluncurkan konten Anda sendiri, sangat penting untuk memahami apa yang dibagikan orang lain di industri Anda.

Perhatikan dengan seksama:

  • Konten jenis apa yang dihasilkan oleh pesaing Anda?

  • Topik apa yang menghasilkan keterlibatan di niche Anda?

  • Pertanyaan apa yang diajukan pembaca Anda yang dapat Anda jawab di newsletter Anda?

Ini akan membantu Anda mengidentifikasi peluang dan memastikan Anda memberikan wawasan yang unik dan relevan yang sesuai dengan audiens target Anda.

Ini juga memungkinkan Anda untuk melihat apa yang berhasil (dan apa yang tidak) di industri Anda.

  1. Buat kalender editorial

Konsistensi sangat penting dalam mengelola newsletter. Alih-alih terburu-buru menulis di saat-saat terakhir, buatlah kalender editorial untuk organisasi yang lebih baik dan perencanaan jangka panjang. Berikut adalah cara Anda bisa melakukannya:

  • Rencanakan ke depan: Siapkan waktu khusus setiap minggu untuk menulis newsletter Anda.

  • Jadilah konsisten: Pertahankan jadwal penerbitan.

  • Manfaatkan kembali konten: Jika Anda telah membuat pos LinkedIn yang sukses, kembangkan menjadi newsletter yang lebih rinci.

Kalender editorial membantu Anda tetap terorganisir, memastikan Anda selalu siap dan tidak terburu-buru untuk mengeluarkan konten di menit-menit terakhir. Ini jauh lebih mudah untuk tetap di depan permainan dengan cara ini.

Pembaca Anda tidak memiliki waktu untuk penjelasan yang panjang. Jaga newsletter Anda:

  • Terus diteliti dan berharga: Fokus pada memberikan informasi yang berguna dan bermanfaat yang menambah nilai bagi audiens Anda.

  • Jelas dan berdampak: Jadilah ringkas, tetapi pastikan konten Anda menarik perhatian dan meninggalkan kesan yang tahan lama.

  • Relevan dengan audiens Anda: Fokus pada mengatasi masalah dan memberikan solusi yang terkait langsung dengan kebutuhan dan tantangan mereka.

  1. Patuhi jadwal penerbitan yang konsisten

Sama seperti dengan pos LinkedIn, pelanggan Anda akan menghargai mengetahui kapan mereka dapat mengharapkan edisi berikutnya.

Apakah Anda menerbitkan mingguan, dua mingguan, atau bulanan, pilihlah jadwal yang dapat Anda patuhi secara konsisten dan yang sesuai dengan audiens Anda.

Ritme penerbitan yang dapat diandalkan:

  • Membantu membangun kepercayaan dan kredibilitas

  • Menjaga pembaca Anda terlibat dan kembali untuk lebih banyak

  • Memungkinkan Anda melacak kinerja dan beradaptasi sesuai kebutuhan

Dengan mengikuti praktik terbaik ini, Newsletter LinkedIn Anda tidak hanya akan memberikan nilai tetapi juga membantu Anda tetap terorganisir dan menjaga keberadaan yang profesional dan konsisten.

Ini akan membuat perbedaan yang nyata dalam interaksi audiens Anda dengan konten Anda dan, pada akhirnya, dengan merek Anda.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Saat Membuat Newsletter

Saat membuat Newsletter LinkedIn, mudah untuk terjebak dalam beberapa jebakan umum yang dapat menghambat kesuksesan Anda.

Mari kita soroti beberapa kesalahan utama yang ingin Anda hindari:

1. Tidak berkomitmen pada konsistensi

Salah satu kesalahan terbesar adalah tidak mengalokasikan cukup waktu dan usaha untuk mempertahankan konsistensi.

Jika konten Anda terlalu generik atau robotik—misalnya, konten yang terlalu bergantung pada teks yang dihasilkan AI—maka bisa kehilangan sentuhan pribadi Anda.

Komunitas Anda tidak akan terhubung dengan artikel jika itu tidak mencerminkan gaya, nada, dan keahlian unik Anda.

Di sinilah banyak orang gagal—mereka lupa bahwa kekuatan sebuah newsletter terletak pada membangun hubungan yang tulus dengan pembaca Anda.

  1. Belum menentukan target audiens dengan benar

Kesalahan kritis lainnya adalah tidak secara jelas menentukan audiens Anda. Jika Anda mencoba berbicara kepada kelompok orang yang berbeda di setiap edisi, konten Anda akan kurang fokus dan pembaca Anda akan bingung.

Misalnya, Anda mungkin berbicara kepada pemasar di satu edisi, dan kemudian beralih ke pengusaha di edisi berikutnya.

Ketidakonsistenan ini akan menyebabkan pembatalan langganan, karena pembaca Anda tidak akan merasa bahwa mereka mendapatkan informasi yang berharga dan tertarget yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.

Penting untuk menjaga pesan Anda tetap jelas dan konsisten untuk mempertahankan pelanggan.

3. Membebani pembaca dengan informasi

Memang menggoda untuk menambahkan sebanyak mungkin konten untuk memberikan nilai, tetapi ada risiko membebani audiens Anda.

Jika Anda mengisi newsletter Anda dengan terlalu banyak informasi sekaligus, pembaca Anda mungkin kesulitan untuk mencerna semuanya.

Hati-hati agar tidak membebani audiens Anda dengan terlalu banyak konten, atau terlalu memaksakan agenda Anda—ini bisa menjauhkan orang.

4. Terlalu fokus pada promosi diri

Walaupun penting untuk menyoroti produk atau layanan Anda, terlalu fokus pada promosi diri dapat menjauhkan orang.

Newsletter Anda harus memberikan nilai nyata kepada kelompok sasaran Anda terlebih dahulu, bukan hanya mempromosikan apa yang Anda jual.

Jika setiap edisi terasa seperti iklan, pengikut Anda akan kehilangan minat dan berhenti berlangganan.

5. Mengabaikan metrik keterlibatan

Jika newsletter Anda tidak mendapatkan hasil yang Anda harapkan, jangan hanya mengabaikan situasi dan terus menerbitkan dengan buta.

Perhatikan metrik seperti tingkat pembukaan, tingkat klik, dan tingkat keterlibatan. Gunakan wawasan ini untuk menyesuaikan strategi Anda dan meningkatkan konten Anda.

Jika sesuatu tidak berhasil, sesuaikan dan bereksperimen dengan pendekatan berbeda untuk melihat apa yang paling cocok dengan audiens Anda.

Menghindari kesalahan umum ini akan membantu memastikan bahwa Newsletter LinkedIn Anda menjadi sumber yang berharga bagi pembaca Anda dan membuat mereka kembali lagi untuk lebih banyak.

Cara Mempromosikan Newsletter LinkedIn Anda

Sekarang setelah Anda memiliki newsletter yang berjalan, pertanyaan besar berikutnya adalah: Bagaimana cara mempromosikannya?

Seperti yang telah kami sebutkan, LinkedIn secara otomatis akan mengirimkan pemberitahuan kepada pengikut Anda ketika Anda menerbitkan artikel baru, memberi tahu mereka tentang newsletter Anda.

Ada juga beberapa cara untuk meningkatkan visibilitas dan menjangkau audiens yang lebih luas, tergantung pada bagaimana Anda memilih untuk membagikan konten Anda.

Misalnya, jika Anda percaya artikel Anda memiliki daya tarik yang luas, Anda harus mempertimbangkan untuk membagikannya melalui media sosial lainnya. Anda perlu memikirkan newsletter Anda sebagai bagian dari strategi pemasaran Anda.

Salah satu cara sederhana namun efektif adalah dengan memposting tentangnya di LinkedIn.

Bahkan publikasi singkat yang mengatakan, “Ini adalah informasi yang lebih rinci tentang topik ini,” dengan tautan ke newsletter Anda dapat memulai percakapan.

Cara lain adalah membagikan URL secara langsung dengan kontak yang mungkin menemukan topik ini berharga. Anda bahkan dapat meninggalkan tautan di komentar pos Anda untuk menarik pembaca dari diskusi tersebut.

Dan, tentu saja, jangan lupa tentang profil LinkedIn Anda sendiri! Pastikan newsletter Anda ditampilkan secara mencolok di sana, baik di bagian "Tentang", di gambar banner Anda, atau di dalam pos yang ditampilkan.

Dengan cara itu, pengunjung Anda dapat dengan mudah melihat dan berlangganan newsletter Anda.

Beberapa tips tambahan untuk promosi termasuk:

  • Gunakan banner LinkedIn Anda, pos reguler, dan bagian "Tentang" untuk mengundang koneksi untuk berlangganan newsletter Anda. Buatlah mudah bagi mereka untuk menemukannya dan mengklik.

  • Promosikan newsletter Anda di grup dan halaman LinkedIn yang relevan. Ini dapat membantu Anda menjangkau orang-orang di luar lingkaran langsung Anda, menarik perhatian baru yang sudah tertarik dengan topik yang Anda bahas.

Praktik Terbaik untuk Newsletter LinkedIn yang Sukses

Sekarang, mari kita lihat beberapa taktik terbaik untuk membuat Newsletter LinkedIn Anda menonjol dan efektif.

Tujuannya adalah untuk menawarkan konten yang berharga dan berkualitas, sambil juga menjaga konsistensi dan strategi yang jelas.

  1. Teliti apa yang dilakukan oleh pesaing Anda

Sebelum meluncurkan konten Anda sendiri, sangat penting untuk memahami apa yang dibagikan orang lain di industri Anda.

Perhatikan dengan seksama:

  • Konten jenis apa yang dihasilkan oleh pesaing Anda?

  • Topik apa yang menghasilkan keterlibatan di niche Anda?

  • Pertanyaan apa yang diajukan pembaca Anda yang dapat Anda jawab di newsletter Anda?

Ini akan membantu Anda mengidentifikasi peluang dan memastikan Anda memberikan wawasan yang unik dan relevan yang sesuai dengan audiens target Anda.

Ini juga memungkinkan Anda untuk melihat apa yang berhasil (dan apa yang tidak) di industri Anda.

  1. Buat kalender editorial

Konsistensi sangat penting dalam mengelola newsletter. Alih-alih terburu-buru menulis di saat-saat terakhir, buatlah kalender editorial untuk organisasi yang lebih baik dan perencanaan jangka panjang. Berikut adalah cara Anda bisa melakukannya:

  • Rencanakan ke depan: Siapkan waktu khusus setiap minggu untuk menulis newsletter Anda.

  • Jadilah konsisten: Pertahankan jadwal penerbitan.

  • Manfaatkan kembali konten: Jika Anda telah membuat pos LinkedIn yang sukses, kembangkan menjadi newsletter yang lebih rinci.

Kalender editorial membantu Anda tetap terorganisir, memastikan Anda selalu siap dan tidak terburu-buru untuk mengeluarkan konten di menit-menit terakhir. Ini jauh lebih mudah untuk tetap di depan permainan dengan cara ini.

Pembaca Anda tidak memiliki waktu untuk penjelasan yang panjang. Jaga newsletter Anda:

  • Terus diteliti dan berharga: Fokus pada memberikan informasi yang berguna dan bermanfaat yang menambah nilai bagi audiens Anda.

  • Jelas dan berdampak: Jadilah ringkas, tetapi pastikan konten Anda menarik perhatian dan meninggalkan kesan yang tahan lama.

  • Relevan dengan audiens Anda: Fokus pada mengatasi masalah dan memberikan solusi yang terkait langsung dengan kebutuhan dan tantangan mereka.

  1. Patuhi jadwal penerbitan yang konsisten

Sama seperti dengan pos LinkedIn, pelanggan Anda akan menghargai mengetahui kapan mereka dapat mengharapkan edisi berikutnya.

Apakah Anda menerbitkan mingguan, dua mingguan, atau bulanan, pilihlah jadwal yang dapat Anda patuhi secara konsisten dan yang sesuai dengan audiens Anda.

Ritme penerbitan yang dapat diandalkan:

  • Membantu membangun kepercayaan dan kredibilitas

  • Menjaga pembaca Anda terlibat dan kembali untuk lebih banyak

  • Memungkinkan Anda melacak kinerja dan beradaptasi sesuai kebutuhan

Dengan mengikuti praktik terbaik ini, Newsletter LinkedIn Anda tidak hanya akan memberikan nilai tetapi juga membantu Anda tetap terorganisir dan menjaga keberadaan yang profesional dan konsisten.

Ini akan membuat perbedaan yang nyata dalam interaksi audiens Anda dengan konten Anda dan, pada akhirnya, dengan merek Anda.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Saat Membuat Newsletter

Saat membuat Newsletter LinkedIn, mudah untuk terjebak dalam beberapa jebakan umum yang dapat menghambat kesuksesan Anda.

Mari kita soroti beberapa kesalahan utama yang ingin Anda hindari:

1. Tidak berkomitmen pada konsistensi

Salah satu kesalahan terbesar adalah tidak mengalokasikan cukup waktu dan usaha untuk mempertahankan konsistensi.

Jika konten Anda terlalu generik atau robotik—misalnya, konten yang terlalu bergantung pada teks yang dihasilkan AI—maka bisa kehilangan sentuhan pribadi Anda.

Komunitas Anda tidak akan terhubung dengan artikel jika itu tidak mencerminkan gaya, nada, dan keahlian unik Anda.

Di sinilah banyak orang gagal—mereka lupa bahwa kekuatan sebuah newsletter terletak pada membangun hubungan yang tulus dengan pembaca Anda.

  1. Belum menentukan target audiens dengan benar

Kesalahan kritis lainnya adalah tidak secara jelas menentukan audiens Anda. Jika Anda mencoba berbicara kepada kelompok orang yang berbeda di setiap edisi, konten Anda akan kurang fokus dan pembaca Anda akan bingung.

Misalnya, Anda mungkin berbicara kepada pemasar di satu edisi, dan kemudian beralih ke pengusaha di edisi berikutnya.

Ketidakonsistenan ini akan menyebabkan pembatalan langganan, karena pembaca Anda tidak akan merasa bahwa mereka mendapatkan informasi yang berharga dan tertarget yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.

Penting untuk menjaga pesan Anda tetap jelas dan konsisten untuk mempertahankan pelanggan.

3. Membebani pembaca dengan informasi

Memang menggoda untuk menambahkan sebanyak mungkin konten untuk memberikan nilai, tetapi ada risiko membebani audiens Anda.

Jika Anda mengisi newsletter Anda dengan terlalu banyak informasi sekaligus, pembaca Anda mungkin kesulitan untuk mencerna semuanya.

Hati-hati agar tidak membebani audiens Anda dengan terlalu banyak konten, atau terlalu memaksakan agenda Anda—ini bisa menjauhkan orang.

4. Terlalu fokus pada promosi diri

Walaupun penting untuk menyoroti produk atau layanan Anda, terlalu fokus pada promosi diri dapat menjauhkan orang.

Newsletter Anda harus memberikan nilai nyata kepada kelompok sasaran Anda terlebih dahulu, bukan hanya mempromosikan apa yang Anda jual.

Jika setiap edisi terasa seperti iklan, pengikut Anda akan kehilangan minat dan berhenti berlangganan.

5. Mengabaikan metrik keterlibatan

Jika newsletter Anda tidak mendapatkan hasil yang Anda harapkan, jangan hanya mengabaikan situasi dan terus menerbitkan dengan buta.

Perhatikan metrik seperti tingkat pembukaan, tingkat klik, dan tingkat keterlibatan. Gunakan wawasan ini untuk menyesuaikan strategi Anda dan meningkatkan konten Anda.

Jika sesuatu tidak berhasil, sesuaikan dan bereksperimen dengan pendekatan berbeda untuk melihat apa yang paling cocok dengan audiens Anda.

Menghindari kesalahan umum ini akan membantu memastikan bahwa Newsletter LinkedIn Anda menjadi sumber yang berharga bagi pembaca Anda dan membuat mereka kembali lagi untuk lebih banyak.

Cara Mempromosikan Newsletter LinkedIn Anda

Sekarang setelah Anda memiliki newsletter yang berjalan, pertanyaan besar berikutnya adalah: Bagaimana cara mempromosikannya?

Seperti yang telah kami sebutkan, LinkedIn secara otomatis akan mengirimkan pemberitahuan kepada pengikut Anda ketika Anda menerbitkan artikel baru, memberi tahu mereka tentang newsletter Anda.

Ada juga beberapa cara untuk meningkatkan visibilitas dan menjangkau audiens yang lebih luas, tergantung pada bagaimana Anda memilih untuk membagikan konten Anda.

Misalnya, jika Anda percaya artikel Anda memiliki daya tarik yang luas, Anda harus mempertimbangkan untuk membagikannya melalui media sosial lainnya. Anda perlu memikirkan newsletter Anda sebagai bagian dari strategi pemasaran Anda.

Salah satu cara sederhana namun efektif adalah dengan memposting tentangnya di LinkedIn.

Bahkan publikasi singkat yang mengatakan, “Ini adalah informasi yang lebih rinci tentang topik ini,” dengan tautan ke newsletter Anda dapat memulai percakapan.

Cara lain adalah membagikan URL secara langsung dengan kontak yang mungkin menemukan topik ini berharga. Anda bahkan dapat meninggalkan tautan di komentar pos Anda untuk menarik pembaca dari diskusi tersebut.

Dan, tentu saja, jangan lupa tentang profil LinkedIn Anda sendiri! Pastikan newsletter Anda ditampilkan secara mencolok di sana, baik di bagian "Tentang", di gambar banner Anda, atau di dalam pos yang ditampilkan.

Dengan cara itu, pengunjung Anda dapat dengan mudah melihat dan berlangganan newsletter Anda.

Beberapa tips tambahan untuk promosi termasuk:

  • Gunakan banner LinkedIn Anda, pos reguler, dan bagian "Tentang" untuk mengundang koneksi untuk berlangganan newsletter Anda. Buatlah mudah bagi mereka untuk menemukannya dan mengklik.

  • Promosikan newsletter Anda di grup dan halaman LinkedIn yang relevan. Ini dapat membantu Anda menjangkau orang-orang di luar lingkaran langsung Anda, menarik perhatian baru yang sudah tertarik dengan topik yang Anda bahas.

FAQ tentang Buletin LinkedIn

Sebelum memulai buletin Anda, berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan oleh sebagian besar pengguna sebelum meluncurkan buletin mereka.

  1. Apa saja syarat untuk membuat buletin LinkedIn?

    Untuk membuat buletin LinkedIn, Anda harus memenuhi beberapa syarat dasar. Pertama, Anda perlu memiliki setidaknya 150 pengikut sebagai admin di LinkedIn untuk membangun basis komunitas.

    Sulit untuk menghasilkan reaksi dengan nol pengikut. Selain itu, Anda perlu memastikan bahwa konten Anda mematuhi pedoman profesional dan kebijakan komunitas LinkedIn.



  2. Seberapa populer buletin LinkedIn?

    Buletin LinkedIn telah menjadi fitur yang populer dengan lebih dari 450 juta langganan. Ini menjadikannya alat yang kuat untuk berkomunikasi dengan audiens yang luas.

    Jika Anda menggunakannya secara efektif, buletin Anda dapat berfungsi sebagai saluran komunikasi di dalam LinkedIn, menawarkan kesempatan yang baik untuk pertumbuhan pribadi dan profesional.



  3. Seberapa sering saya harus menerbitkan buletin LinkedIn saya?

    Frekuensi buletin Anda tergantung pada niche, audiens, dan jenis konten yang ingin Anda bagikan.

    Buletin yang paling populer cenderung diterbitkan setiap minggu, tetapi ada juga yang bulanan, seringkali dengan konten yang lebih mendalam.

    Kuncinya adalah konsistensi, jadi pilih jadwal yang paling cocok untuk Anda dan patuhi itu.



  4. Berapa banyak buletin yang dapat saya buat di profil LinkedIn saya?

    Anda dapat membuat hingga lima buletin berbeda di profil LinkedIn Anda.

    Ini memberi Anda fleksibilitas untuk memenuhi berbagai niche, bidang bisnis, atau topik tertentu, menjadikannya alat yang hebat untuk audiens yang beragam.



  5. Apa perbedaan antara buletin LinkedIn dan artikel?

    Buletin LinkedIn berfungsi sebagai saluran komunikasi yang berkelanjutan. Anggota langganan akan menerima notifikasi setiap kali Anda menerbitkan edisi baru.

    Sebuah artikel, di sisi lain, adalah pos satu kali yang dapat berupa konten panjang, tetapi tidak memungkinkan untuk langganan.

    Anda dapat mempromosikan artikel, tetapi mereka tidak akan mempertahankan keterlibatan berkelanjutan yang ditawarkan oleh buletin.



  6. Apa panjang ideal untuk buletin LinkedIn?

    Panjang ideal untuk buletin bervariasi, tetapi kebanyakan buletin yang sukses memiliki antara 450 hingga 500 kata. Namun, ada kasus di mana konten mungkin memerlukan kedalaman lebih, dan buletin dapat melebihi 3.000 kata, terutama jika Anda memberikan analisis mendalam atau panduan komprehensif.



  7. Bagaimana cara mengoptimalkan artikel LinkedIn saya untuk SEO?

    Untuk mengoptimalkan artikel LinkedIn Anda untuk SEO, Anda perlu memastikan bahwa judul Anda mencakup kata kunci yang relevan.

    Deskripsi Anda (yang biasanya muncul di bawah judul) harus antara 140-160 karakter, karena LinkedIn memiliki batasan karakter untuk deskripsi ini.

    Selain itu, artikel LinkedIn dapat muncul di mesin pencari seperti Google, sehingga penting untuk memformat artikel Anda dengan mempertimbangkan SEO, menggunakan kata kunci yang ditargetkan dan tag yang relevan jika memungkinkan.

Putusan: Cara Membuat Newsletter Sukses di LinkedIn

Jadi, apa yang bisa kita ambil dari semua ini? Jika Anda ingin menguji konten bergaya email dengan pendekatan yang lebih fokus pada LinkedIn, fitur ini adalah pilihan yang bagus untuk dijelajahi. Untuk percobaan pertama, ini bisa menjadi awal yang fantastis.

Namun, kelemahannya adalah metrik LinkedIn agak terbatas.

Jika tujuan Anda adalah untuk menghasilkan klien, Anda mungkin perlu mengandalkan alat eksternal—mungkin yang berbayar—karena jangan lupa, LinkedIn itu sendiri gratis.

Dengan itu, ada pro dan kontra yang perlu dipertimbangkan. Konten di LinkedIn bekerja dengan baik, terutama jika Anda sudah memiliki ceruk yang mapan.

Orang tidak akan menghakimi Anda sebanyak untuk artikel Anda, tetapi untuk postingan dan keterlibatan yang Anda hasilkan.

Memiliki generator konten yang membantu postingan Anda menjadi viral bisa menjadi nilai tambah besar.

Karena LinkedIn meningkatkan visibilitas, tayangan, dan keterlibatan Anda, ini memudahkan untuk merawat pengikut Anda dan akhirnya menawarkan produk atau jasa Anda.

Pada akhirnya, menciptakan newsletter LinkedIn yang sukses bergantung pada konsistensi—tantangan awal bagi sebagian besar kreator.

Tetapi jika dilakukan dengan benar, dengan menggunakan strategi dan contoh yang tepat yang telah saya bagikan, Anda benar-benar dapat memanfaatkan fitur ini dan menghasilkan hasil yang berharga.

FAQ

What are the requirements to create a LinkedIn newsletter?

Untuk membuat buletin LinkedIn, Anda harus memenuhi beberapa persyaratan dasar. Pertama, Anda perlu memiliki setidaknya 150 pengikut sebagai admin di LinkedIn untuk membangun basis komunitas.

Sulit untuk menghasilkan reaksi dengan nol pengikut. Selain itu, Anda perlu memastikan bahwa konten Anda mematuhi pedoman profesional LinkedIn dan kebijakan komunitas.

How popular are LinkedIn newsletters?

Newsletter LinkedIn telah menjadi fitur populer dengan lebih dari 450 juta langganan. Ini menjadikannya alat yang kuat untuk berkomunikasi dengan audiens yang luas.

Jika Anda menggunakannya secara efektif, newsletter Anda dapat berfungsi sebagai saluran komunikasi di dalam LinkedIn, menawarkan kesempatan besar untuk pertumbuhan pribadi dan profesional.

How often should I publish my LinkedIn newsletter?

Frekuensi newsletter Anda tergantung pada niche, audiens, dan jenis konten yang ingin Anda bagikan.

Newsletter yang paling populer cenderung mingguan, tetapi ada juga yang bulanan, sering kali dengan konten yang lebih mendalam.

Kuncinya adalah konsistensi, jadi pilihlah jadwal yang paling sesuai untuk Anda dan patuhi itu.

How many newsletters can I create on my LinkedIn profile?

Anda dapat membuat hingga lima buletin berbeda di profil LinkedIn Anda.

Ini memberi Anda fleksibilitas untuk memenuhi kebutuhan berbagai niche, area bisnis, atau topik spesifik, menjadikannya alat yang hebat untuk berbagai audiens.

What is the difference between a LinkedIn newsletter and an article?

Newsletter LinkedIn berfungsi sebagai saluran komunikasi yang berkelanjutan. Anggota yang berlangganan akan menerima pemberitahuan setiap kali Anda menerbitkan edisi baru.

Sebuah artikel, di sisi lain, adalah pos sekali yang bisa berupa konten panjang, tetapi tidak memungkinkan untuk berlangganan.

Anda dapat mempromosikan artikel, tetapi mereka tidak akan mempertahankan keterlibatan berkelanjutan yang ditawarkan newsletter.

What is the ideal length for a LinkedIn newsletter?

Panjang ideal untuk buletin bervariasi, tetapi sebagian besar buletin yang sukses memiliki panjang antara 450 hingga 500 kata. Namun, ada kalanya konten memerlukan kedalaman yang lebih, dan buletin dapat melebihi 3.000 kata, terutama jika Anda memberikan analisis mendalam atau panduan komprehensif.

How do I optimize my LinkedIn article for SEO?

Untuk mengoptimalkan artikel LinkedIn Anda untuk SEO, Anda perlu memastikan bahwa judul Anda menyertakan kata kunci yang relevan.

Deskripsi Anda (yang biasanya muncul di bawah judul) harus antara 140-160 karakter, karena LinkedIn memiliki batas karakter untuk deskripsi tersebut.

Selain itu, artikel LinkedIn dapat muncul di mesin pencari seperti Google, jadi penting untuk memformat artikel Anda dengan mempertimbangkan SEO, menggunakan kata kunci yang ditargetkan dan tag yang relevan jika memungkinkan.

Capek menghabiskan berjam-jam menulis pos LinkedIn Anda berikutnya?

MagicPost bukan hanya Generator Post LinkedIn AI favorit Anda. Ini adalah platform serba ada untuk dengan mudah membuat konten yang menarik di LinkedIn.

Tidak diperlukan kartu kredit

Nikmati masa percobaan gratis Anda.

Capek menghabiskan berjam-jam menulis pos LinkedIn Anda berikutnya?

MagicPost bukan hanya Generator Post LinkedIn AI favorit Anda. Ini adalah platform serba ada untuk dengan mudah membuat konten yang menarik di LinkedIn.

Tidak diperlukan kartu kredit

Nikmati masa percobaan gratis Anda.

Bahasa (Indonesia)

Perusahaan

Sumber Daya

Alternatif

Alat gratis

Bahasa (Indonesia)

Dibuat dengan cinta di 🇫🇷 - ©Hak Cipta 2026 MagicPost