Dasar-dasar LinkedIn

Yasmina Akni Ebourki
Terakhir diperbarui: 4 Mar 2025
LinkedIn telah lama menawarkan fitur yang banyak dimanfaatkan ketika pertama kali diluncurkan, tetapi menguasainya dengan baik adalah sebuah seni. Saya berbicara tentang Buletin LinkedIn.
Dalam panduan ini, saya akan memandu Anda melalui setiap langkah untuk membuatnya—mulai dari mengaturnya hingga menjaganya tetap aktif dan menarik—agar Anda dapat memaksimalkan potensinya.
Apa Itu Newsletter LinkedIn?
A LinkedIn Newsletter pada dasarnya adalah serangkaian pos reguler, dipublikasikan dalam format artikel, yang langsung dikirim ke pelanggan Anda melalui notifikasi dan pesan.
Ini adalah cara yang bagus untuk menyelami topik tertentu lebih dalam, membangun komunitas pengikut yang terlibat, dan menciptakan saluran komunikasi langsung dengan orang-orang yang benar-benar tertarik dengan apa yang Anda bagikan.
Berbeda dengan pos standar yang mungkin ditemui siapa pun, newsletter memungkinkan Anda mengirim pembaruan sesuai jadwal Anda sendiri—baik mingguan, dua mingguan, atau bulanan—sambil menambahkan lebih banyak nilai.

Anda dapat membagikan tren industri, tips, wawasan, atau bahkan menyoroti produk dan layanan, tetapi dengan cara yang terasa lebih mendetail dan pribadi.
Ini bukan sekadar tentang memposting—ini tentang menciptakan konten yang bermakna yang membuat pengikut Anda kembali lagi untuk lebih banyak informasi.
Kelebihan dan Kekurangan dari Newsletter LinkedIn
Seperti segala sesuatu, menjalankan Newsletter LinkedIn memiliki keuntungan dan tantangan.
Sebelum terjun, penting untuk mempertimbangkan apakah Anda dapat berkomitmen pada semua yang dibutuhkan.
Kelebihan:
Membangun otoritas dan kepercayaan: Newsletter dapat memposisikan Anda sebagai suara terpercaya di bidang Anda. Pelanggan tertarik dengan wawasan Anda dan menghargai pembaruan reguler Anda. Orang-orang yang berlangganan bukan sekadar pengikut pasif; mereka mempercayai Anda dan ingin mendengar dari Anda secara teratur. Ini memperkuat merek pribadi Anda dan memungkinkan Anda untuk menunjukkan keahlian Anda sambil menambahkan nilai.
Meningkatkan keterlibatan: Tidak semua orang yang melihat pos LinkedIn Anda sangat terlibat dengan konten Anda, tetapi pelanggan newsletter adalah. Mereka sudah memilih untuk menerima pembaruan Anda, yang berarti mereka sudah tertarik. Ini membantu Anda mengidentifikasi dan merawat segmen yang paling terlibat dari koneksi LinkedIn Anda.
Meningkatkan Visibilitas Merek: Sementara tujuan Anda tidak seharusnya hanya untuk mempromosikan diri, newsletter secara alami menjaga Anda tetap dalam ingatan. Ini memberi pembaca Anda alasan untuk tetap terhubung, mengajukan pertanyaan, dan lebih memahami solusi yang Anda tawarkan. Ini adalah cara yang bagus untuk memberikan nilai berkelanjutan tanpa bergantung pada pos acak yang mungkin hilang di umpan LinkedIn.

Kekurangan:
Kontrol terbatas atas data: Berbeda dengan newsletter email tradisional, LinkedIn tidak memberi Anda akses ke alamat email pelanggan Anda. Ini berarti Anda tidak dapat dengan mudah memindahkan mereka ke platform lain kecuali mereka dengan sukarela memberikan informasi kontak mereka. Pada dasarnya, daftar pelanggan Anda hanya ada dalam ekosistem LinkedIn.
Analitik & wawasan dasar – Metrik newsletter LinkedIn berguna tetapi terbatas. Anda akan melihat impresi dan reaksi, tetapi Anda tidak akan mendapatkan wawasan lebih dalam seperti seberapa lama seseorang membaca artikel Anda, tarif klik, atau titik jatuh. Platform pemasaran email yang lebih canggih menyediakan rincian ini, membuatnya lebih mudah untuk mengoptimalkan konten Anda.
Komitmen waktu & usaha: Konsistensi adalah kunci dengan newsletter, dan itu berarti menghabiskan waktu untuk merencanakan, menulis, dan berinteraksi dengan pemirsa Anda. Jika Anda tidak bisa mengikuti pos reguler, analitik Anda mungkin turun, dan pelanggan bisa kehilangan minat.
Pada akhirnya, Newsletter LinkedIn dapat menjadi alat yang kuat untuk membangun otoritas, terhubung dengan anggota Anda, dan meningkatkan visibilitas—tetapi hal itu memang memerlukan usaha dan strategi untuk membuatnya benar-benar efektif.
Cara Membuat Buletin LinkedIn, Langkah demi Langkah
Sekarang, mari kita fokus pada inti—cara membuat Buletin LinkedIn dari awal dan menyesuaikannya agar benar-benar mencerminkan gaya dan merek Anda.
Ikuti langkah-langkah ini untuk mengatur dan mengoptimalkannya untuk dampak maksimal.
Panduan Langkah demi Langkah untuk Membuat Buletin LinkedIn
Untuk memulai, penting untuk diketahui bahwa buletin LinkedIn dibangun di sekitar Artikel LinkedIn.
Inilah cara membuat satu dari awal:
Mulai dengan artikel
Alih-alih memulai dengan pos biasa, pergi ke "Tulis artikel" di bagian atas umpan LinkedIn Anda.
Pilih dan tambahkan judul, teks, gambar, tautan, dan elemen lain yang ingin Anda sertakan.

Atur Buletin Anda
Sebelum menerbitkan, klik "Kelola" di sudut kanan atas.
Di sini, Anda akan menemukan pengaturan di mana Anda dapat:
Memberi nama buletin Anda
Menetapkan frekuensi penerbitannya (mingguan, dua mingguan, atau bulanan)
Menambahkan deskripsi singkat
Mengunggah gambar sampul (300x300 px) untuk membuatnya menarik secara visual

Rilis dan bagikan dengan jaringan Anda
Setelah Anda mengeklik "Buat", LinkedIn akan secara otomatis mengirimkan pemberitahuan kepada seluruh anggota komunitas Anda, mengundang mereka untuk melihat dan berlangganan.
Setelah menerbitkan edisi pertama Anda, buletin Anda akan muncul di bagian Terfavorit dari profil LinkedIn Anda, memudahkan pengunjung baru untuk menemukan dan berlangganan.

Pengaturan ini memastikan buletin Anda terlihat profesional dan menjangkau anggota yang tepat sejak hari pertama.
Cara Mengelola Newsletter LinkedIn
Mengatur Newsletter LinkedIn hanyalah awal—tantangan sebenarnya adalah menjaga agar tetap menarik dan berkelanjutan seiring waktu.
Setelah Anda berkomitmen untuk jadwal penerbitan, mengelolanya secara efektif adalah kunci untuk memastikan bahwa newsletter tersebut tetap berharga dan dinamis.
Berikut adalah beberapa tips penting untuk membantu Anda mempertahankan newsletter yang sukses:
1. Kenali audiens Anda dengan baik
Newsletter LinkedIn bukan sekadar posting media sosial umum—ini adalah bentuk konten yang lebih dalam dan lebih terarah.
Sebelum Anda mulai menulis, tanyakan pada diri Anda:
Untuk siapa saya menulis?
Masalah atau minat apa yang dimiliki pembaca saya?
Apa tujuan akhir saya?
Konten Anda harus sesuai dengan audiens Anda, baik itu pendek atau panjang, dan selalu memberikan nilai yang nyata.
Semakin spesifik dan relevan konten Anda, semakin kuat koneksi yang akan Anda bangun dengan pembaca dan komunitas Anda.
2. Buat Judul yang Kuat
Pikirkan judul Anda sebagai pengait—itu harus jelas, menarik, dan selaras dengan merek Anda.
Sama seperti posting LinkedIn, judul Anda perlu membangkitkan rasa ingin tahu dan memberikan alasan kepada pembaca untuk mengklik.
Jagalah tetap sederhana, kreatif, dan langsung pada intinya sambil memberikan petunjuk tentang nilai yang ada di dalamnya.

3. Pertahankan nada percakapan
Newsletter Anda harus terasa seperti perpanjangan dari posting LinkedIn Anda—otentik, dapat dipahami, dan mudah dibaca.
Hindari jargon teknis yang berlebihan atau bahasa formal yang robotik.
Sebaliknya, tulislah seolah-olah Anda sedang menjelaskan sesuatu kepada rekan kerja atau teman. Jadikan menarik dan hindari embel-embel yang tidak perlu yang bisa membuat pembaca kehilangan minat.
4. Fokus pada topik yang penting
Untuk menjaga audiens Anda terlibat, bahas topik yang relevan dan praktis.
Salah satu cara hebat untuk melakukannya adalah dengan mengidentifikasi tantangan kunci atau subtopik dalam bidang keahlian utama Anda.
Misalnya, jika newsletter Anda tentang strategi LinkedIn, Anda bisa membaginya menjadi:
Cara membuat konten menarik di LinkedIn
Cara menulis pengait yang menarik untuk posting LinkedIn
Cara melacak dan menganalisis metrik LinkedIn
Setiap edisi newsletter harus berfokus pada menyelesaikan masalah tertentu atau menjawab pertanyaan yang penting bagi pembaca Anda.

Hindari topik yang tidak terkait atau promosi diri yang berlebihan, karena ini dapat menyebabkan tingkat pembatalan berlangganan meningkat.
5. Gunakan elemen visual dan tautan untuk melengkapi konten
Menambahkan elemen visual membuat newsletter Anda lebih menarik dan lebih mudah dicerna. Tetapi jangan hanya menyisipkan gambar secara acak—pastikan gambar tersebut benar-benar mendukung konten Anda. Beberapa ide meliputi:
Gambar langkah-demi-langkah untuk tutorial
Diagram atau infographic yang merangkum poin-poin penting
Video pendek yang menunjukkan suatu proses
Tujuannya adalah untuk meningkatkan keterbacaan dan pemahaman, menjadikan newsletter Anda lebih berharga dan menarik.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda akan memastikan bahwa Newsletter LinkedIn Anda tidak hanya ada—tetapi berkembang, menarik, dan memberikan nilai jangka panjang bagi audiens Anda.
FAQ tentang Buletin LinkedIn
Sebelum memulai buletin Anda, berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan oleh sebagian besar pengguna sebelum meluncurkan buletin mereka.
Apa saja syarat untuk membuat buletin LinkedIn?
Untuk membuat buletin LinkedIn, Anda harus memenuhi beberapa syarat dasar. Pertama, Anda perlu memiliki setidaknya 150 pengikut sebagai admin di LinkedIn untuk membangun basis komunitas.
Sulit untuk menghasilkan reaksi dengan nol pengikut. Selain itu, Anda perlu memastikan bahwa konten Anda mematuhi pedoman profesional dan kebijakan komunitas LinkedIn.
Seberapa populer buletin LinkedIn?
Buletin LinkedIn telah menjadi fitur yang populer dengan lebih dari 450 juta langganan. Ini menjadikannya alat yang kuat untuk berkomunikasi dengan audiens yang luas.
Jika Anda menggunakannya secara efektif, buletin Anda dapat berfungsi sebagai saluran komunikasi di dalam LinkedIn, menawarkan kesempatan yang baik untuk pertumbuhan pribadi dan profesional.
Seberapa sering saya harus menerbitkan buletin LinkedIn saya?
Frekuensi buletin Anda tergantung pada niche, audiens, dan jenis konten yang ingin Anda bagikan.
Buletin yang paling populer cenderung diterbitkan setiap minggu, tetapi ada juga yang bulanan, seringkali dengan konten yang lebih mendalam.
Kuncinya adalah konsistensi, jadi pilih jadwal yang paling cocok untuk Anda dan patuhi itu.
Berapa banyak buletin yang dapat saya buat di profil LinkedIn saya?
Anda dapat membuat hingga lima buletin berbeda di profil LinkedIn Anda.
Ini memberi Anda fleksibilitas untuk memenuhi berbagai niche, bidang bisnis, atau topik tertentu, menjadikannya alat yang hebat untuk audiens yang beragam.
Apa perbedaan antara buletin LinkedIn dan artikel?
Buletin LinkedIn berfungsi sebagai saluran komunikasi yang berkelanjutan. Anggota langganan akan menerima notifikasi setiap kali Anda menerbitkan edisi baru.
Sebuah artikel, di sisi lain, adalah pos satu kali yang dapat berupa konten panjang, tetapi tidak memungkinkan untuk langganan.
Anda dapat mempromosikan artikel, tetapi mereka tidak akan mempertahankan keterlibatan berkelanjutan yang ditawarkan oleh buletin.
Apa panjang ideal untuk buletin LinkedIn?
Panjang ideal untuk buletin bervariasi, tetapi kebanyakan buletin yang sukses memiliki antara 450 hingga 500 kata. Namun, ada kasus di mana konten mungkin memerlukan kedalaman lebih, dan buletin dapat melebihi 3.000 kata, terutama jika Anda memberikan analisis mendalam atau panduan komprehensif.
Bagaimana cara mengoptimalkan artikel LinkedIn saya untuk SEO?
Untuk mengoptimalkan artikel LinkedIn Anda untuk SEO, Anda perlu memastikan bahwa judul Anda mencakup kata kunci yang relevan.
Deskripsi Anda (yang biasanya muncul di bawah judul) harus antara 140-160 karakter, karena LinkedIn memiliki batasan karakter untuk deskripsi ini.
Selain itu, artikel LinkedIn dapat muncul di mesin pencari seperti Google, sehingga penting untuk memformat artikel Anda dengan mempertimbangkan SEO, menggunakan kata kunci yang ditargetkan dan tag yang relevan jika memungkinkan.
Putusan: Cara Membuat Newsletter Sukses di LinkedIn
Jadi, apa yang bisa kita ambil dari semua ini? Jika Anda ingin menguji konten bergaya email dengan pendekatan yang lebih fokus pada LinkedIn, fitur ini adalah pilihan yang bagus untuk dijelajahi. Untuk percobaan pertama, ini bisa menjadi awal yang fantastis.
Namun, kelemahannya adalah metrik LinkedIn agak terbatas.
Jika tujuan Anda adalah untuk menghasilkan klien, Anda mungkin perlu mengandalkan alat eksternal—mungkin yang berbayar—karena jangan lupa, LinkedIn itu sendiri gratis.
Dengan itu, ada pro dan kontra yang perlu dipertimbangkan. Konten di LinkedIn bekerja dengan baik, terutama jika Anda sudah memiliki ceruk yang mapan.
Orang tidak akan menghakimi Anda sebanyak untuk artikel Anda, tetapi untuk postingan dan keterlibatan yang Anda hasilkan.
Memiliki generator konten yang membantu postingan Anda menjadi viral bisa menjadi nilai tambah besar.
Karena LinkedIn meningkatkan visibilitas, tayangan, dan keterlibatan Anda, ini memudahkan untuk merawat pengikut Anda dan akhirnya menawarkan produk atau jasa Anda.
Pada akhirnya, menciptakan newsletter LinkedIn yang sukses bergantung pada konsistensi—tantangan awal bagi sebagian besar kreator.
Tetapi jika dilakukan dengan benar, dengan menggunakan strategi dan contoh yang tepat yang telah saya bagikan, Anda benar-benar dapat memanfaatkan fitur ini dan menghasilkan hasil yang berharga.
FAQ
What are the requirements to create a LinkedIn newsletter?
Untuk membuat buletin LinkedIn, Anda harus memenuhi beberapa persyaratan dasar. Pertama, Anda perlu memiliki setidaknya 150 pengikut sebagai admin di LinkedIn untuk membangun basis komunitas.
Sulit untuk menghasilkan reaksi dengan nol pengikut. Selain itu, Anda perlu memastikan bahwa konten Anda mematuhi pedoman profesional LinkedIn dan kebijakan komunitas.
How popular are LinkedIn newsletters?
Newsletter LinkedIn telah menjadi fitur populer dengan lebih dari 450 juta langganan. Ini menjadikannya alat yang kuat untuk berkomunikasi dengan audiens yang luas.
Jika Anda menggunakannya secara efektif, newsletter Anda dapat berfungsi sebagai saluran komunikasi di dalam LinkedIn, menawarkan kesempatan besar untuk pertumbuhan pribadi dan profesional.
How often should I publish my LinkedIn newsletter?
Frekuensi newsletter Anda tergantung pada niche, audiens, dan jenis konten yang ingin Anda bagikan.
Newsletter yang paling populer cenderung mingguan, tetapi ada juga yang bulanan, sering kali dengan konten yang lebih mendalam.
Kuncinya adalah konsistensi, jadi pilihlah jadwal yang paling sesuai untuk Anda dan patuhi itu.
How many newsletters can I create on my LinkedIn profile?
Anda dapat membuat hingga lima buletin berbeda di profil LinkedIn Anda.
Ini memberi Anda fleksibilitas untuk memenuhi kebutuhan berbagai niche, area bisnis, atau topik spesifik, menjadikannya alat yang hebat untuk berbagai audiens.
What is the difference between a LinkedIn newsletter and an article?
Newsletter LinkedIn berfungsi sebagai saluran komunikasi yang berkelanjutan. Anggota yang berlangganan akan menerima pemberitahuan setiap kali Anda menerbitkan edisi baru.
Sebuah artikel, di sisi lain, adalah pos sekali yang bisa berupa konten panjang, tetapi tidak memungkinkan untuk berlangganan.
Anda dapat mempromosikan artikel, tetapi mereka tidak akan mempertahankan keterlibatan berkelanjutan yang ditawarkan newsletter.
What is the ideal length for a LinkedIn newsletter?
Panjang ideal untuk buletin bervariasi, tetapi sebagian besar buletin yang sukses memiliki panjang antara 450 hingga 500 kata. Namun, ada kalanya konten memerlukan kedalaman yang lebih, dan buletin dapat melebihi 3.000 kata, terutama jika Anda memberikan analisis mendalam atau panduan komprehensif.
How do I optimize my LinkedIn article for SEO?
Untuk mengoptimalkan artikel LinkedIn Anda untuk SEO, Anda perlu memastikan bahwa judul Anda menyertakan kata kunci yang relevan.
Deskripsi Anda (yang biasanya muncul di bawah judul) harus antara 140-160 karakter, karena LinkedIn memiliki batas karakter untuk deskripsi tersebut.
Selain itu, artikel LinkedIn dapat muncul di mesin pencari seperti Google, jadi penting untuk memformat artikel Anda dengan mempertimbangkan SEO, menggunakan kata kunci yang ditargetkan dan tag yang relevan jika memungkinkan.


